DEMOKRASI.TK


AL-ISLAH no 098
November 22, 2007, 2:20 am
Filed under: SEKULARISME

SEKULARISME

Sekular artinya bersifat keduniawian, sekularisasi artinya pemisahan antara urusan akhirat dan dunia, akhirat menjadi hak agama dan dunia menjadi hak negara, dengan bahasa yang mudah dicerna sekulararisasi adalah usaha melepaskan manusia dari bimbingan agama dalam keduniawian, dalam kamus ilmiah internasional, sekularisasi berarti mengambil hak gereja dalam urusan dunia, atau memisahkan antara urusan kaisar dengan urusan gereja.

Sejarah sekular bermula dari adanya benturan antara ajaran gereja yang bersumber dari alkitab dengan ilmu pengetahuan, salah satu contoh ada ayat dalam Alkitab yang menyatakan matahari mengelilingi bumi sementara secara ilmiah terbukti bumilah yang mengelilingi matahari, perbedaan ini menyebabkan penemu teori bumi mengelilingi matahari dipenggal lehernya oleh gereja.

Sekular juga lahir karena adanya sejarah suram gereja ketika berkuasa pada akhir abad pertengahan, saat gereja berkuasa banyak orang-orang di luar Kristen seperti Yahudi dan Islam yang diinkuisisi –disiksa sampai mati- dan juga dari orang-orang Kristen sendiri yang berbeda pendapat dengan gereja.

Kenyataan tersebut bila didiamkan akan menyebabkan matinya ilmu pengetahuan dan terjadinya tragedi kemanusiaan akibat inkuisisi gereja, oleh karena itu Barat memandang perlu adanya pemisahan antara urusan akhirat dengan urusan dunia, gereja hanya mengurusi hal-hal ke-akhirat-an sementara urusan keduniaan menjadi hak dan tanggung jawab kaisar atau negara.

Ketidakmampuan gereja menolak sekularisasi di samping karena banyaknya ayat yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan sejarah suram gereja, juga didukung oleh teks Alkitab :

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Matius 22:21

 

Kini Barat –Peradaban Barat- berkeinginan terjadinya sekularisasi dalam Islam, bila dulu barat dalam mensekularkan Kristen atau membaratkan Kristen bertujuan agar Ilmu pengetahuan tidak mati dan mencegah kekejaman gereja terhadap orang-orang non Kristen ataupun orang-orang Kristen sendiri yang berbeda pendapat dengan gereja, kini tujuan mensekularkan Islam adalah untuk memBaratkan dunia, yang artinya Barat menginginkan seluruh aspek dan corak kehidupan di dunia ini, mengikuti kemauan dan kepentingan Barat. Islam adalah satu-satunya peradaban yang paling menjadi ganjalan bagi kepentingan Barat tersebut, bila barat menginginkan sesuatu maka Islam melarangnya, seperti Barat menginginkan manusia diberi kebebasan dalam mengeksploitasi keindahan tubuh wanita hingga yang paling sensual Islam justru sebaliknya, melarang memamerkannya bahkan hanya sekedar membuka aurat, bila Barat menginginkan minuman beralkohol diatur pendistribusiaanya Islam melarang secara total pengadaaanya, dan masih banyak contoh Barat menginginkan tetapi Islam melarangnya.

Atau Barat melarangnya tetapi Islam mengajarkannya, misalnya Islam mengajarkan hukum Qishas tetapi Barat justru melarang hukuman semacam itu dengan alasan tidak manusiawi dan melanggar HAM, walaupun hukuman yang diberlakukan Islam telah terbukti efektif meredam kejahatan dan hukum yang diberlakukan Barat terbukti justru membuat penjahat tidak jera, tetapi Barat tetap memaksakan hukuman sesuai keinginannya. Contoh lagi Barat melarang tetapi Islam mengajarkan adalah tentang poligami, Barat beralasan poligami adalah penjajahan terhadap wanita, padahal hakekatnya Islam mengajarkan jangan sampai ada wanita yang tidak bersuami, karena wanita yang tidak bersuami adalah penderitaan yang luar biasa, masih banyak contoh Barat melarang tetapi Islam menganjurkan.

Adanya perbedaan ajaran yang bertentangan 180o tersebut menjadikan konfrontasi antara Barat dan Islam, oleh karena itu Barat memandang Islamlah peradaban yang mengganjal peradaban Barat, oleh karena itu Islam harus dilemahkan terlebih dahulu sebelum dihancurkan secara fisik.

Barat menilai, menghancurkan Islam dengan perang di samping memerlukan biaya besar dan belum tentu ada hasilnya adalah hal bodoh, berdasarkan pengalaman Islam tidak dapat dihancurkan melalui perang dan darah, tetapi Islam dapat dihancurkan dari dalam dengan memisahkan antara akidah dan syariatnya.

Pendapat tersebut pernah juga dilontarkan oleh Louis IX raja Perancis kepada para panglimanya pada abad XII ketika ditawan di al-Manshurah oleh pasukan muslimin setelah kekalahannya dalam perang Salib :

“Islam tidak dapat dihancurkan dengan perang dan darah, tetapi Islam hanya dapat dihancurkan dengan memisahkan akidah mereka dengan syariatnya.”

Pernah dulu Ustadz saya menyampaikan Islam itu aqidatan wa syariatan artinya Islam itu dibangun di atas pondasi aqidah dan syariat, tidak dapat didikotomi menjadi aqidah saja tanpa syariat atau sebaliknya. Saya ketika itu tidak paham atas penjelasan tersebut dan baru memahami setelah mengetahui adanya pendapat dari Barat bahwa untuk menghancurkan Islam harus dipisahkan antara Aqidah dan Syariat. Menurut mereka biar saja umat Islam membicarakan aqidah asal tidak membicarakan syariat, artinya Islam akan dibiarkan bila hanya mengkaji soal akidah di pesantren-pesantren, masjid-masjid atau di majlis ta’lim asal umat Islam tidak mengurusi tata kehidupan manusia, yang artinya umat Islam tidak boleh masuk ke dalam negara atau parlemen untuk mengurusi kehidupan rakyat.

Itulah sekularisasi dalam Islam oleh Barat, bantuan Barat ke pesantren-pesantren yang ada di Indonesia adalah salah satu usaha untuk mensekularkan Islam, bantuan Barat kepada pesantren hanya satu harapannya, pendidikan dalam pesantren tunduk kepada keinginan Barat yaitu memperkenalkan ajaran sekular sejak dini. Pemberian bea siswa kepada peajar-pelajar muslim untuk belajar di Barat juga merupakan usaha memasukkan ajaran sekular kepada cendekiawan muslim.

Bila dalam Kristen sangat mungkin dilakukan sekularisasi seperti yang telah kita bahas di atas, tetapi kepada Islam sekularisasi tidak mungkin dilakukan, di samping tidak ada perintah seperti dalam Kristen juga karena Islam sebagai agama rahmatan lil alamin,

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. QS. 21:107

di mana rahmat itu akan didapatkan bila dunia ini mengikuti petunjuk Allah dalam tata kehidupannya, bila Allah melarang mengumbar sensualitas maka tidak patutlah kita membenarkan, melakukan dan memperjuangkannya.

Dan utuk mencapai itu semua diperlukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, tidak cukup amar ma’ruf saja tetapi perlu adanya nahi mungkar, karena memang manusia selalu tidak pernah bisa hanya disarankan untuk mengikuti kebaikan, tetapi juga harus dicegah agar tidak berbuat kemungkaran, sejak zaman rasulullah, sahabat dan tabiut-tabiin, amar ma’ruf nahi mungkar tidak pernah terpisahkan, dan sejarah telah mencatat amar ma’ruf nahi mungkar selalu diikuti adanya peran serta pemerintahan, karena merupakan kesulitan yang luar biasa untuk melakukan nahi mungkar secara perorangan atau kelompok.

Keinginan Barat adalah menjadikan umat Islam tidak membawa-bawa urusan agama dalam pemerintahan, sehingga tidak ada lagi nahi mungkar, tidak ada lagi yang menghalangi Barat untuk melegalkan pornographi, tidak ada lagi yang menghalangi Barat untuk melegalkan perkawinan sesama jenis, dan tidak ada lagi yang menghalangi pelarangan poligami bagi siapapun walaupun dia mampu dan tidak ada lagi yang menghalangi Barat untuk melegalkan segala keinginannya dan kemauannya.

Hal semacam itu pernah juga dilakukan oleh PKI ketika berkampanye agar umat Islam tidak membawa-bawa ajaran agama ke dalam negara dengan kampanye khasnya “Politik itu kotor, agama Islam itu suci, bukankah yang kotor dan yang suci tidak dapat dicampurkan?, oleh karena itu Islam jangan masuk ke politik”

Cak Nur –panggilan Dr. Nurkholis Madjid- sebagai pengusung sekularisasi di Indonesia pernah menyampaikan “Islam Yes, Partai Islam No”, artinya cak Nur menginginkan umat Islam cukup beragama Islam sajalah tidak perlu berpolitik dan tidak perlu memasukkan urusan agama ke dalam parlemen.

Sekarang juga ada kelompok yang sangat kuat kajian akidahnya, tetapi mengharamkan masuk parlemen, dengan banyak dalih bahwa parlemen bukanlah berasal dari Islam, bahwa untuk masuk parlemen harus menjunjung tinggi Pancasila sementara menurut mereka Pancasila adalah kemusyrikan, tetapi anehnya kelompok ini tetap bercokol di Indonesia, bukankah untuk menjadi warga negara Indonesia syaratnya sama saja dengan ikut berjuang ke dalam parlemen, sama-sama tidak boleh bertentangan dengan Pancasila ?

Katakanlah masuk parlemen haram, lalu apa yang dilakukan kelompok ini untuk nahi mungkar ?, sementara nahi mungkar hanya bisa dilakukan melalui legalitas pemerintah, kelompok ini juga menghujat FPI yang telah melakukan nahi mungkar, yang menurutnya caranya kasar dan tidak mencerminkan nilai-nilai ke-Islam-an, kalau masuk parlemen diharamkan untuk nahi mungkar dan cara seperti FPI juga dihujat, sementara tidak satupun nahi mungkar yang dilakukan, salahkah kalau kita menilai kelompok tersebut sebagai “manhaj tanpa nahi mungkar” ?.

Bukankah sikap semacam itu adalah sikap sekular ?, yang hanya menganjurkan kebaikan tetapi meninggalkan mencegah kemungkaran, bukankah sikap semacam itu jauh lebih menguntungkan Barat untuk leluasa mengatur Islam melalui negara/parlemen? Bukankah dengan mengharamkan masuk parlemen sama halnya membiarkan orang-orang kafir masuk ke dalam parlemen dan memimpin umat Islam ? Apakah semua itu sesuai sunnah rasulullah, para sahabat, tabiut-tabiin ? Cobalah bertanya pada diri sendiri, bila sikap mengharamkan masuk parlemen menguntungkan Barat apakah tidak ada kemungkinan pemikiran itu telah disusupkan Barat ke dalam Islam, agar umat Islam bersikap sekular, merasa mengkaji akidah secara benar tetapi menghilangkan nahi mungkar, coba bertanya lebih lanjut, kalau akidahnya benar mengapa tidak ada nahi mungkar ?

….. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, …., yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk …. QS. 7:156-157

Seungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya….. (yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. QS. 22:40-41

Yang jelas, sikap pengharaman parlemen telah menguntungkan Barat untuk memasukkan kadernya ke dalam parlemen, dan kalau selama ini kader Barat tidak berhasil 100% dalam melegalkan keinginannya di parlemen, hal itu tidak lain karena adanya perlawanan umat Islam di parlemen.

Memang benar, kelompok yang getol dalam kajian akidah ini juga melawan sekularisasi dalam Islam, tetapi tanpa disadarinya kelompok ini juga telah bersikap sekular, hanya mengkaji aqidah saja sementara realisasi aqidah yang benar tidak ada dalam bentuk nahi mungkar, kelompok ini menyatakan nahi mungkar adalah tugas pemerintah tetapi di sisi lain menyatakan haram hukumnya masuk ke dalam pemerintahan/parlemen, jadi kelompok ini menyerahkan kepada pemerintahan yang haram dan anehnya lagi kelompok ini tunduk patuh kepada pemerintahan yang mereka nilai haram.

Bila pernyataannya melawan sekularisasi sementara sikapnya mendukung itu namanya lain perkataan lain perbuatan, perkataannya mengutuk tetapi perbuatannya mendukung, Allah mengutuk orang-orang semacam itu :

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat…Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.

QS. 61:2-3

Bukankah orang-orang semacam itu telah mengatakan melawan sekularisasi tetapi tidak berbuat apa-apa untuk melawan sekularisasi bahkan mendukungnya dengan tidak ikut berjuang dalam parlemen untuk mencegah barat melegalkan keinginannya melalui parlemen. Padahal, dalam ayat lain Allah mewajibkan agar kita menjidal /membantah mereka :

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. QS. 16:125

Dengan cara apa kita dapat membantah orang-orang yang ada di parlemen yang ingin melegalkan hawa nafsunya kalau kita mengharamkan masuk parlemen ? Menyarankan saja mereka agar mengikuti petunjuk Allah itu adalah mengajak kepada kebaikan, tetapi tanpa mencegah mereka untuk berbuat yang mungkar akan menjadikan saran yang sia-sia. Bukankah Allah memerintahkan keduanya, bukankah Allah Maha Tahu sehingga memerintahkan keduanya ? Bila saudara mengharamkan masuk parlemen dan menghujat FPI dalam nahi mungkar, apakah pernah saudaraku kaji jalan yang bagaimana yang baik dan mungkin untuk nahi mungkar di Indonesia ini ? Tolong beri penjelasan dulu sebelum mengharamkan masuk parlemen dan menghujat saudara-saudara kita yang telah nahi mungkar. Tidak ada yang ma’sum kecuali rasulullah SAW.

Malang, 21 – Nov 2997)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: