DEMOKRASI.TK


AL-ISLAH no 108
Desember 22, 2007, 3:18 am
Filed under: DIPERALAT

D I P E R A L A T

(Sebuah upaya Menganalisa Informasi)

  

Pada kesempatan yang lalu, di buletin ini telah disuguhkan pokok bahasan dengan judul “Bolehkah Bilang Yamani”, di sana dikutip sejarah penjajahan Inggris di India yang berhasil mematahkan perlawanan Syaikh Ahmad Irfan hanya dengan menghasut suku-suku yang bermadzhab Hanafi, mereka dihasut bahwa paham Wahabi yang dibawa oleh Syaikh Ahmad Irfan akan menggeser madzhab Hanafi yang telah mereka yakini, hasutan tersebut nampaknya sangat jitu, sehingga terjadilah perang saudara antara Syaikh Ahmad Irfan dengan suku-suku yang bermadzhab Hanafi, hingga akhirnya perlawanan Syaikh Ahmad Irfan berhasil dipatahkan oleh suku-suku yang bermadzhab Hanafi.

Dalam kutipan sejarah tersebut, kita dapat mengatakan bahwa Inggris telah berhasil memperalat suku-suku yang bermadzhab Hanafi untuk menghancurkan pergerakan Syaikh Ahmad Irfan –sebagai target- yang notabene masih saudara seiman dan seakidah, kita juga dapat mengatakan bahwa Inggris telah berhasil mengadu domba sesama umat Islam yang seiman dan seakidah.

Mari kita cermati satu informasi yang dimuat oleh Metro TV pada Newsticker tanggal 23-7-2007 :

Imam dan khatib masjidil Haram di Makkah, Syaikh Dr. Abdurrahman al-Sudais mengingatkan tentang fitnah besar di hadapan umat Islam, salah satunya adalah konfrontasi sesama pejuang Palestin, Al-Sudais juga mengingatkan bencana terbesar yang dihadapi suatu umat apabila terjadi bunuh membunuh sesama saudara.

Tentu kita sependapat dengan Syaikh al-Sudais, karena memang kondisi yang kita saksikan, di Palestina saat ini sedang dilanda konfrontasi antara sesama pejuang Palestina, dan kita menyaksikan pula bahwa akibat konfrontasi tersebut tidak sedikitpun menguntungkan para pejuang Palestina, yang terjadi justru sebaliknya, menguntungkan Israel dan Barat, padahal di antara mereka mempunyai satu tujuan yaitu sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menghadapi musuh yang sama yaitu Israel dan Barat.

Ada beberapa informasi sehubungan dengan konfrontasi tersebut, antara lain, ketika HAMAS berkuasa, hampir seluruh rekening negara dibekukan oleh Amerika dan Israel, tetapi ketika FATAH yang berkuasa rekening-rekening tersebut dicairkan kembali, Amerika dan Israel menentang pemerintahan Palestina bila dikuasai oleh HAMAS dan mendukung bila dikuasai oleh FATAH, dan masih banyak informasi lainnya. Bila jeli terhadap informasi-informasi tersebut, maka akan dapat disimpulkan bahwa konfron-tasikonfrontasi yang terjadi antara para pejuang Palestina tidak lepas dari adanya skenario Amerika dan Israel untuk memuluskan penjajahan Israel, dan juga akan dapat dikatakan salah satu dari yang bertikai sangat mungkin telah diperalat oleh Amerika dan Israel.

Perpecahan Antar Umat Islam

Yang harus disadari oleh umat Islam saat ini adalah, telah terjadi perpecahan di antara umat Islam, misalnya, adanya ketegangan antara eks Laskar Jihad dengan MMI, adanya pelabelan-pelabelan Khawarij, Harakiyun, Hizbiyun, Sururiyun, dan lain-lain oleh orang-orang yang mengaku Salafy kepada kepada kelompok-kelompok pergerakan, atau sebaliknya, orang-orang yang mengaku Salafy dilabeli sebagai antek Barat, Murjiah, atau kelompok yang keras terhadap sesama muslim tetapi lembut terhadap penguasa walaupun kafir dan dzalim dan masih banyak indikasi-indikasi yang menunjukkan telah terjadi perpecahan.

Kalau mau belajar dari kejadian-kejadian yang telah menimpa sebagian umat Islam yang telah diperalat oleh musuh-musuh Islam seperti pada sejarah konfrontasi antara pergerakan Syaikh Ahmad Irfan dengan suku-suku yang bermadzhab Hanafi dalam menghadapi penjajahan Inggris atau terjadinya konfrontasi antara HAMAS dan FATAH dalam menghadapi penjajahan Israel, maka akan dapat membantu untuk mawas diri apakah perpecahan yang terjadi di antara umat Islam tidak ada kemungkinan telah ada sebagian umat Islam yang diperalat oleh musuh-musuh Islam untuk melahirkan fitnah perpecahan di antara umat Islam.
Sebelum melangkah lebih jauh untuk mengetahui akan hal tersebut, harus dipertanyakan terlebih dahulu, Barat ataukah Islam yang diuntungkan dengan kondisi umat Islam yang saling hujat dan tahdzir satu kepada yang lainnya. Fakta-fakta lapangan menunjukkan bahwa secara kasat mata dan gamblang, Baratlah yang paling diuntungkan, misalnya, betapa sulitnya umat Islam hanya untuk melegalkan RUU APP, menghadang penerbitan majalah PLAY BOY, dan masih banyak lagi produk-produk Barat yang nyata-nyata bertentangan dengan Islam namun sangat sulit dihadang, padahal umat Islam mayoritas di Indonesia, bukankah ini merupakan kerugian yang besar bagi umat Islam ? Jadi umat Islam harus segera menyadari, semua itu karena umat Islam telah bercerai berai, masing-masing sibuk mencari kelemahan orang yang lain, padahal Allah SWT melarangnya :

….dan janganlah kamu bercerai-berai…. QS. 3:103

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain …dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.

QS. 49:11

Bila telah disadari bahwa ada perpecahan di antara umat Islam yang menguntungkan musuh-musuh Islam, maka perlu dianalisa lebih jauh lagi apakah kondisi seperti itu karena sebab-sebab internal/perintah agama ataukah karena adanya skenario musuh-musuh Islam? Jawabannya bisa salah satunya bisa juga kedua-duanya, bila yang terjadi karena kedua-duanya yaitu perpecahan-perpecahan tersebut sebagiannya karena sebab internal dan sebagiannya lagi karena skenario Barat, maka hal ini merupakan masalah/kesulitan yang besar yang akan dihadapi oleh umat Islam.

Namun dengan kejelian dalam menganalisa setiap informasi yang ada, mulai dari media cetak, televisi, internet atau yang didapat secara langsung, akan dapat membantu untuk mengetahui apakah umat Islam sedang diperalat atau tidak. Di samping itu, trampil dan ulet dalam mencari informasi lalu menganalisanya, akan dapat menghindarkan umat Islam dari diperalat dan diadu domba oleh musuh-musuh Islam seperti Yahudi dan Nasrani.

 

Salafy Menguntungkan Musuh ?

Diantara sifat kelompok orang-orang yang mengaku Salafy adalah ekstrim dalam mengisolir diri dari pelaku syirik dan bid’ah, ulama-ulama diluar kelompoknya ditahdzir dan buku-bukunyapun dilarang untuk dibaca, sehingga kelompok ini tertutup terhadap segala nasehat apalagi kritikan dari luar kelompoknya.

Ulama atau para mujahid yang berada di front menghadang penjajahan orang-orang kafir juga tidak luput dari tahdzirnya, namun tidak seorangpun tokoh dari mereka yang terjun ke medan perang maupun politik untuk menghadang penjajahan orang-orang kafir, kelompok ini juga dikenal kasar terhadap sesama muslim dan lembut terhadap pemerintah walaupun kafir.

Sekarang jujur saja, apakah keadaan semacam itu menguntungkan Islam atau musuh-musuh Islam ? Kalau para mujahid yang ada di medan perang dijelek-jelekkan dan dipersalahkan maka orang-orang kafir akan lebih ringan dalam menjajah umat Islam, kalau para ulama terus direcoki dengan tahdzir-tahdzir, sehingga waktu, tenaga dan pikiran yang semestinya dicurahkan untuk menghadang penjajah terpaksa harus terbagi bahkan tersita seluruhnya.

Kalau diamati, banyak para ulama yang telah ditahdzir harus menyibukkan diri menulis buku yang memakan waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit untuk menjelaskan apa-apa yang dituduhkan kepada-nya, karena kalau tidak dijelaskan akan menyebabkan fitnah yang lebih besar. Jadi saat ini para ulama dan mujahid yang berada di front melawan orang-orang kafir juga harus menghadapi saudara-saudara sendiri yang Tuhan, nabi dan kitabnya sama. Betul-betul sebuah keberuntungan besar bagi orang-orang kafir.

Apakah hal seperti itu tidak ada kemungkinan bahwa sebagian kelompok Islam telah diperalat dan diadu domba? Inilah kesulitan besar yang dihadapi oleh umat Islam, karena orang-orang yang mengaku Salafy bersikukuh bahwa itu adalah perintah agama dalam rangka pemurnian akidah dari syirik dan ibadah dari tahayul, bid’ah dan churafat –TBC-.

Salafy Terindikasi Diperalat MOSSAD

Dua orang wartawan dari harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC mendapatkan izin agen inteligen Palestina untuk mewancarai seorang tawanan berwarga negara Palestina yang telah menjadi agen MOSSAD. Hasil wawancara tersebut kemudian di muat harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, tabloid An-Nas dan tabloid Al-Basya’ir memuat ulang hasil wawancara tersebut, tidak ketinggalan swaramuslim.com dan majalah suara Hidayatullah ikut memuat ulang, berikut kutipan sebagian wawancara tersebut :

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antar pihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebenncian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan misinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini. Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan.

Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Subuh.
Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat.

Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, yaitu Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket ?

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Untuk selengkapnya silahkan klik :

http://salafy.wordpress.com/2007/04/24/mengenal-agen-mossad-dalam-gerakan-islam/

 

 

Salafy, Antara Ingkar dan Memanfaatkan

Informasi tersebut dapat merupakan tuduhan kepada Salafy, agar kelompok-kelompok garis keras terpancing untuk memusuhi Salafy dan terjadi perpecahan baru yang jauh lebih sulit untuk dicari titik bersatunya.

Bantahan Salafy secara total terhadap pengakuan tersebut, akan dapat menjerumuskan Salafy ke dalam rekayasa MOSSAD yang sangat lihai dan licik, karena bisa jadi pengakuan mantan agen MOSSAD tersebut benar adanya sebagai penebusan atas perbuatannya yang telah menyebabkan para mujahid dan anak-anak tidak berdosa terbunuh dan menyebabkan para pejuang sunnah memusuhi pejuang sunnah lainnya.

Jeli dalam analisa informasi dan trampil dalam merangkai informasi-informasi terkait serta trampil mencari informasi-informasi yang berkaitan, akan didapatkan kesimpulan yang lebih akurat tentang yang sebenarnya terjadi, benarkah Salafy telah diperalat ?

Mengkaji ulang tahdzir-tahdzir yang dinilai orang lain sebagai tahdzir yang membabi buta dan seperti lempar batu sembunyi tangan, dan mau mengkaji ulang atas sikapnya yang keras terhadap sesama muslim tapi lunak kepada pemerintah walaupun kafir dan dzalim, serta mau mengkaji ulang atas sikapnya membodoh-bodohkan para pejuang Palestina yang menurutnya berjuang tanpa ilmu dan menyarankan berilmu terlebih dahulu baru berjuang, akan dapat membantu mengetahui benar tidaknya Salafy telah diperalat oleh MOSSAD, juga akan membantu mengetahui sikap-sikapnya tersebut sesuai dengan maksud al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesungguhnya ataukah sesuai dengan penafsiran Yahudi dan Nasrani.

Akhirnya harus disadari, bahwa semua umat Islam mempunyai musuh yang sama, yaitu :

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. QS. 2:120

■ Malang, 22 Desember 2007

Iklan