DEMOKRASI.TK


AL-ISLAH no 097
November 15, 2007, 2:56 pm
Filed under: SELALU ADA KEBENCIAN KRISTEN

SELALU ADA KEBENCIAN KRISTEN

Rasulullah SAW mendapat tugas dari Allah SWT untuk menyampaikan peringatan dan kabar gembira kepada manusia, hasil bukanlah hal yang akan diminta pertanggung-jawabannya oleh Allah SWT, perkara manusia akan menerima atau menolaknya itu kembali kepada manusia yang bersangkutan, Allah SWT menginformasikan akan hal itu :

Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. QS. 2:119

Tidak sedikit rintangan yang rasulullah alami ketika menyampaikan peringatan dan kabar gembira kepada orang-orang yang ada di sekitar rasulullah, beliau pernah dikejar-kejar hingga terjatuh dan patah giginya oleh orang-orang Yahudi, Rasulullah pernah dilempari batu dan kotoran ketika hendak berdakwah, rasulullah pernah disihir, diracuni dan beberapa kali hendak dibunuh dan hijrahnya rasulullah SAW ke Madinah juga sebagai resiko dakwah yang harus beliau alami, namun satu, rasulullah tetap berdakwah dan berjuang kepada mereka hingga peringatan dan kabar gembira sampai ke telinga mereka, perkara mereka akan menerima atau menolak itu adalah tanggung jawab mereka sendiri.

Allah juga menginformasikan, akan ada orang-orang yang selalu sinis dan benci kepada dakwah rasulullah hingga rasulullah berhenti berdakwah atau mau mengikuti kemauan mereka dan agama mereka :

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. ….(QS. 2:120)

Allah sampaikan dua hal di atas adalah sebagai pegangan dan pendorong semangat agar rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya dapat istiqomah dalam berdakwah kepada mereka walau akhirnya mereka akan tetap menolak, dan juga sebagai informasi bahwa kebencian Yahudi dan Nasrani tidak akan padam sampai hari kiamat agama dan kemauan mereka diikuti.

Dalam ayat QS. 2:120 terdapat frasa “Tidak akan” pada kalimat pertama , frasa tersebut menunjukkan kebencian Yahudi dan Nasrani tidak akan padam sampai kapanpun kecuali umat Islam telah tunduk mengikuti hawa nafsu mereka atau berhenti memberi peringatan kepada mereka. Sejak zaman rasulullah, sahabat, tabiut-tabiin hingga sekarang ini dan pasti sampai nanti, mereka telah menunjukkan kebenciaanya dengan sangat nyata.

Pada kesempatan yang lalu telah kita baca teks pidato pimpinan agen misionaris Yahudi yang sangat jelas tanpa perlu penafsiran bahwa mereka sangat menginginkan umat Islam jauh dari ajarannya, mencintai dunia, suka berfoya-foya, seksualitas, sensualitas dan lain sebagainya, terungkap pula dalam teks pidato tersebut, mereka menggunakan jalan apapun untuk dapat mencapai tujuannya, pendidikan, perdagangan, ekonomi, kemiliteran, kolonialisme, dan kini mereka memanfaatkan parlemen untuk dapat melegalkan hawa nafsunya.

Keputusan Gus Dur sewaktu menjabat sebagai presiden RI untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel adalah salah satu langka maju bagi Israel untuk dapat mengendalikan pemerintahan Indonesia yang nantinya akan melegalkan misi-misi Yahudi melalui parlemen dan KUHP.

Begitu juga Kristen, kebenciaannya kepada Islam sangat luar biasa, terjadinya perang Salib adalah salah bukti kebencian tersebut, di mana perang itu diawali dari ketidak-senangan Kristen melihat perkembangan Islam yang sangat pesat di segala bidang yang akan dapat mengganggu kepentingan Kristen di dunia ini, satu-satunya jalan untuk menghadang perkembangan Islam adalah dengan perang. Maka terjadilah perang salib 1, 2 dan 3 yang akhirnya perang tidak dapat menghancurkan Islam, hal ini terungkap oleh perkataan Louis IX raja Perancis ketika ditawan di al-Manshurah setelah kekalahannya dalam perang Salib, menurut Louis IX, Islam tidak dapat dihancurkan dengan perang dan darah, tetapi Islam hanya dapat dihancurkan dengan memisahkan akidah mereka dengan syariatnya. –baca buku: Menjawab Modernisasi Islam oleh Muhammad Hamid an-Nashir terbitan Darul Haq hal 94-. Artinya, menurut Raja Louis tersebut, Islam hanya dapat dihancurkan melalui penggembosan akidah dari dalam dengan memisahkannya antara akidah dan syariat, bila umat Islam hanya memikirkan akidah saja tanpa memikirkan syariat, maka menurutnya akan mudah menghancurkan Islam.

Perkataan raja Louis tersebut akhirnya melahirkan Orientalisme, Westernisasi dan perang budaya, yang semua itu berfokus pada usaha orang-orang Kristen untuk membuat orang-orang Islam menjadi berpikiran sekular, artinya mereka akan berusaha membuat umat Islam berhenti pada tahap kajian saja dan menghalangi umat Islam membicarakan syariat dalam pemerintah, mereka berusaha agar umat Islam menjadikan agama hanya untuk kehidupan di rumah dan di masjid saja dan tidak membawanya ke dalam pemerintahan.

Penolakan Laturharary pada tahun 1945 terhadap piagam Jakarta adalah bentuk kebencian Kristen pada umat Islam di Indonesia, penolakan tersebut bertujuan agar umat Islam tidak membicarakan dan memasukkan syariat ke dalam parlemen, penolakan tersebut agar terjadi sekularisme dalam Islam, penolakan tersebut agar umat Islam hanya sebatas di masjid dan majlis dan tidak usah mengatur kehidupan antar manusia, penolakan tersebut agar umat Islam hanya membicarakan akidah dan sama sekali tidak berpikir untuk menerapkan syariat, sementara itu mereka berusaha masuk ke dalam parlemen agar dapat mengatur kehidupan umat Islam.

Berbeda dengan Yahudi, yang hanya ingin menjauhkan umat Islam dari ajarannya, Kristen di samping ingin menjauhkan Islam dari ajarannya/syariatnya, Kristen juga bernafsu untuk memurtadkan umat Islam dan mengkonversinya menjadi Kristen, selama Kristen belum berhasil memurtadkan banyak orang Islam, maka kebenciannya kepada Islam tidak akan pernah padam.
Tengoklah usaha Word Help pasca Tsunami yang menculik 300 anak-anak muslim Aceh untuk dididik di lingkungan Kristen, itu adalah salah satu usaha agar banyak orang-orang Islam Aceh nantinya yang mengikuti agama Kristen, karena dengan menculik anak-anak Aceh dan mendidiknya menjadi misionaris Kristen, diharapkan nantinya akan mudah diterima oleh orang-orang Aceh sendiri baik orangnya maupun ajarannya.

Banyak macam usaha orang-orang Kristen untuk memurtadkan orang-orang Islam baik yang santun maupun yang kotor, berikut ini beberapa contoh usaha nyata orang-orang Kristen untuk memurtadkan orang-orang Islam yang berhasil dihimpun oleh salah seorang mualaf mantan Kristen yang berasal dari Solo :

1. Agustus 1999 pada suatu acara meeting dilingkungan perusahaan otomotif seorang General Manager menyampaikan secara langsung kepada salah seorang Manager Training, bahwa beliau tidak lagi mau bekerja sama. Hal itu dikatakan beberapa hari setelah beliau diangkat menjadi gembala sidang gereja, bahkan beberapa hari sebelumnya terjadi perombakan struktur dilingkungan perusahaan tersebut, dimana pada posisi penting jajaran general manager dan manager ditempati oleh orang-orang nasrani, sehingga manager beragama Islam hanya tinggal 2 orang.

2. Dilingkungan sekolah saya ada guru Kristen yang sengaja selalu mempengaruhi murid-murid dengan mendramatisir keadaan. Di awal pelajaran ia selalu menceritakan bahwa semula ketika masih beragama Islam hidupnya tidak enak, kemudian setelah dia tinggalkan Islam dan beralih ke Kristen ternyata dia merasakan hidupnya menjadi lebih baik, bahkan seseorang teman guru telah behasil dimurtadkan karena merasa didukung guru-guru nasrani ketika pemilihan kepala sekolah disebuah sekolah swasta. Mereka guru-guru nasrani selalu antusias dan berupaya untuk menduduki posisi penting di lingkungan sekolah.

3. Februari 2004 seorang penyandang cacat bernama Budi, beralamat di Jaidan RT 03/02 Ngadirejo-Kartasura, Solo selalu dikejar-kejar dan dibujuk oleh sebuah yayasan Kristen YAKKUM untuk diberi bantuan. Syaratnya mau mengumpulkan orang-orang cacat yang lain dan membuat surat pernyataan sanggup masuk Kristen.

4. 19 Februari 2004 Rani, bertempat tinggal di Kartasura, kasus:
– Dipacari dan dihamili, kalau tidak mau masuk Kristen ditinggalkan.
– Dengan modus yang sama pelaku kristenisasi melakukan hal yang sama pada beberapa muslimah bahkan berjilbab

5. Wwn di Palur, Lis di Sumber, Pj di Sukoharjo ketika menikah calon suami bersedia masuk Islam, tetapi setelah menikah suami kembali ke agama semula (kristen) kemudian istri dipaksa untuk turut serrta, ketika istri menolah kemudian dianiaya.

6. Kalijambe, Solo (sekitar STT Berita hidup) 6 wanita dipacari mahasiswa STT tersebut, ketika hamil dan tidak mau masuk Kristen maka ditinggalkan, mungkin karena malu/stress salah satu korban bunuh diri menabrak kereta api dalam keadaan hamil (korban adalah adik bekas murid mualaf).

7. Nan di Sukoharjo memberi info lewat surat bahwa di 3 daerah Sukoharjo yaitu Majasto, jetis, Ponowaren terjadi:

– Kristenisasi lewat penyembuhan dalam kebangunan rohani yang diadakan di salah satu gereja di daerah Solo Baru.

– Penduduk yang sakit (ada calo yang mendata dan mencari orang yang sakit) dijemput dan dibawa ke GBI Keluarga Allah Solo Baru, mereka didoakan dalam nama yesus dilanjutkan dengan pemberian obat dan minyak gosok setelah mengikuti acara tersebut 3x diminta mengisi formulir kesangguan masuk kristen.

8. Seorang ibu jama’ah pengajian di daerah Jebres, Solo kesulitan biaya hidup dan kesulitan membayar SPP anaknya, kemudian meminjam uang pada seorang nasrani sebesar Rp.600.000 setelah satu tahun pinjamannya menjadi Rp.6.000.000 alternatifnya dibayar atau masuk Kristen.

9. Masjid ASYKAR Kadipiro Solo, beberapa jama’ah meninggalkan iman Islamnya karena bantuan uang sebesar Rp 1.000.000.

10. Tanggal 26 November 2005, di Radio MQ FM sebuah radio warna Islam, bersyahadat seorang yang mengaku bernama Eric Natanael Harianto asal Makasar yang ketika kami telusuri jejaknya ternyata anggota jamaah gereja sidang jemaat Allah di Gilingan Solo dan hanya pura-pura bersyahadat dalam rangka menjalankan misi penginjilan kontekstual bahkan dia ternyata orang yang murtad dari Islam dan namanya yang sebenarnya setelah masuk Kristen: Emanuel Abdul Hasan.

11. Jum’at 28 November 2005 seorang mengaku bernama Tarno asal desa Juwangi Kedung Ombo Boyolali mengaku baru saja melarikan diri dari rumah majikannya yang seorang gembala sidang gereja bernama Januari Jonatan. Seperti dicuci otak ia merasa selalu didoktrin dan dijejali dengan ayat-ayat injil, lagu-lagu rohani, kotbah-kotbah dsb. Bahkan ia akhirnya dibaptis di Gereja di Widuran Solo, tetapi ketika pengakuan tsb kami konfirmasi dengan pihak gereja bersangkutan gereja menyangkal dan merasa tidak melakukan hal tersebut.

Contoh-contoh pemurtadan tersebut adalah sebagian kecil dari usaha nyata pemurtadan terhadap umat Islam, masih banyak contoh kasus dan modus yang semua harus kita waspadai dan harus kita tindak lanjuti agar tidak bertambah lagi korban pemurtadan dan kedengkian mereka terhadap Islam – maaf, saya katakan korban, karena kebanyakan umat Islam yang murtad adalah karena dibohongi, diintimidasi dan dipaksa, bukan karena melihat kebenaran dalam Kristen-. Karena itulah kenyataannya, ada yang dihamili, ada yang harus membayar hutang, ada yang dipaksa masuk Kristen karena telah dibantu dalam penyembuhan penyakit dengan alasan ucapan terima-kasih dan lain-lain, terhadap hal ini Allah juga telah menginfomasikan dalam al-Qur’an :

Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri…. QS. 2:109.

Yang harus kita ketahui mereka dapat melakukan dan menghalalkan berbagai macam cara dalam pemurtadan karena tindakan mereka semacam itu didukung oleh sebuah ayat dalam kitab pegangan mereka :

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”

Injil karangan Matius 10:16

Jadi jangan heran bila mereka bertindak seperti ular dan seperti merpati, kadang kelihatan tulus namun tiba-tiba mematuk seperti ular, kadang akan kelihatan membantu kesulitan seseorang seperti membantu membayar hutang, membantu membiayai pendidikan, membantu membiayai pengobatan di rumah sakit namun jangan heran bila kemudian memaksa yang dibantu dan menyodorkan kertas bersegel yang berisikan kesediaan memeluk agama Islam, sebuah kelicikan yang dianggap enteng oleh sebagian besar umat Islam selama ini, padahal petunjuk Allah dalam hal ini sangatlah banyak, sangat aneh kalau umat Islam

adem ayem dalam majelis dzikir dan majelis ilmu, menikmati dzikir dan menikmati ilmu pengetahuan agama – maaf, saya katakan ilmu pengetahuan agama, karena ilmu yang dipelajari hanya sampai sebatas kajian dan pengetahuan saja tidak ada penerapan untuk menghadapi kelicikan dan kebencian Yahudi dan Nasrani-. Namun tidak seluruh umat Islam bersikap demikian, ada juga yang berjuang untuk menghadang mereka walaupun ilmu-nya tentang Qur’an dan Hadits paspasan, tapi semoga orang-orang seperti itu mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT. Amien.

Bila kita amati, orang-orang yang berhasil dimurtadkan adalah dari orang-orang yang secara ekonomi dan secara ilmu berada di level bawah, secara ekonomi rendah dan secara ilmu awam, oleh karena itu ahrus ada tindakan nyata dari umat Islam untuk memperhatikan mereka dalam bidang ekonomi, zakat dan kepedulian terhadap orang miskin harus ditingkatkan, menurut saya tidak pantas kita membangun rumah cukup megah bila ada saudara kita yang miskin keluar dari Islam hanya lantaran alasan ekonomi, dan tidak pantas menurut saya kita mengkaji agama dalam-dalam samapi memperhatikan al-Qur’an dan al-hadits huruf demi huruf bila saudara-saudara kita yang awam terhadap agama menjadi murtad hanya lantaran kita tidak peduli kepada mereka, apakah rasulullah, sahabat dan salafus-sholeh seperti itu ?

Semoga para pengkaji agama yang mengaku ahlus-sunnah dan bermanhaj salaf tidak menjadi korban sekularisme seperti yang diperjuangkan oleh orang-orang yahudi dan Kristen sejak dahulu hingga sekarang, yaitu agama hanya sebatas di majelis dan kajian saja, sementara urusan umat menjadi urusan pemerintah, sementara mereka ingin menguasai pemerintah. Apakah itu yang terjadi sekarang ? bersikap waspada jauh lebih baik.

MALANG, 15 Nopember 2007

Iklan